Rapat RKAP 2026, Perumdam Motanang Buol Bahas Strategi Pembiayaan Dan Usulan Pembuatan Hidran Umum

Buol – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Motanang Kabupaten Buol menggelar Rapat Rencana Kerja  Dan Anggaran Perusahaan  (RKAP) Tahun 2026, Rabu (/7/2026). Rapat ini membahas strategi pembiayaan perusahaan sekaligus penguatan peran Perumdam dalam mendukung pelayanan publik.

Rapat berlangsung di ruang rapat Perumdam Motanang dan dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen, mulai dari kepala bagian (kabag), kepala subbagian (kasubag), hingga Dewan Pengawas. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Perumdam Motanang, Abd. Nasir Konio.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bagian Hubungan Langganan, Meilisa, memaparkan secara rinci rencana pembiayaan Perumdam Motanang untuk tahun anggaran 2026. Pemaparan meliputi kebutuhan operasional perusahaan, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, serta strategi pengelolaan anggaran yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

“Perencanaan pembiayaan harus disusun secara cermat, efisien, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” jelas Meilisa.

Sementara itu, Dewan Pengawas Perumdam Motanang, Suondo Sanua, memberikan sejumlah saran strategis, salah satunya terkait pembangunan hidran umum di titik-titik strategis. Usulan tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran di Kabupaten Buol.

Menurut Suondo, keberadaan hidran umum yang terintegrasi dengan jaringan Perumdam dapat membantu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau sumber air.

“Pembuatan hidran umum di lokasi strategis perlu direncanakan dan dikoordinasikan dengan Damkar Pemda Buol. Ini sangat membantu masyarakat, karena saat terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan mudah diakses,” ujarnya.

Pjs Direktur Perumdam Motanang, Abd. Nasir Konio, menyambut baik masukan tersebut dan menegaskan bahwa RKAP 2026 harus disusun secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada internal perusahaan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.

“RKAP 2026 menjadi pedoman kerja Perumdam Motanang ke depan. Setiap program dan pembiayaan harus terukur, transparan, dan akuntabel, serta mendukung pelayanan publik dan sinergi dengan pemerintah daerah,” tegas Abd. Nasir.

Melalui rapat ini, Perumdam Motanang diharapkan mampu merumuskan rencana kerja dan pembiayaan yang realistis, berkelanjutan, serta memperkuat peran perusahaan daerah dalam mendukung kebutuhan air bersih dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Buol sepanjang tahun 2026.